December 2008 ~ Azhar @ Dr Zahau

Wednesday, December 31, 2008

MALAM INTIFADHAH


TEMPAT:Dataran Shah Alam (Belakang Hotel Bluewave)
TARIKH:2 JANUARI 2009
MASA :8:30 MLM
PENCERAMAH: Ahli Parlimen Shah Alam, YB Khalid Abd Samad /Dr Hafidzi Mohd Nor dari Palastine Center of Excellence (Pace) dan moderator, Dr Azhar Yaakob.







HIMPUNAN AMAN PALESTINE !!!

TEMPAT:MASJID NEGARA
TARIKH:2 JANUARI 2009 (JUMAAT)
MASA :SELEPAS SOLAT JUMAAT

Pengkhianat Islam...



KAIRO (Arrahmah.com) - Presiden Mesir Hosni Mubarak, Selasa (30/12) menegaskan tidak akan membuka perbatasan Mesir di Rafah untuk memberikan jalan bagi warga Palestina. Tindakan itu membuat Mubarak dikritik sedang bermain politik ketika warga Palestina menderita.

Namun Mubarak beralasan, perbatasan Rafah hanya akan dibuka jika kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza sejak Juni lalu, menggelar rekonsiliasi dengan kelompok Presiden Palestina Mahmud Abbas, dukungan barat.

Rafah, lanjut Mubarak, akan kembali dibuka jika pihak Hamas menghormati perdamaian yang disepakati Abbas dan Israel pada 2005 silam. Saat itu Israel bersedia menarik pasukan dan pemukim Yahudi dari Jalur Gaza.

"Kami tidak ingin mengekalkan kerenggangan (antara Hamas dan kelompok Mahmud Abbas), dengan membuka Rafah tanpa kehadiran otoritas Palestina dan pengamat perdamaian dari Uni Eropa," tandas Mubarak.

Selain itu, Mubarak meminta pihak Palestina untuk mengupayakan gencatan senjata lagi, setelah berakhir pada 19 Desember lalu. "Tanpa itu, berarti membuka kesempatan bagi Israel untuk menyerang Gaza," kata Mubarak.

Mubarak mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni, dua hari sebelum penyerangan ke Jalur Gaza. Karena itu, kecaman pun mengalir dari kelompok Islam, akibat penolakan pembukaan perbatasan di Rafah itu.

Namun, Mubarak dengan tegas menyatakan menolak serangan Israel itu. "Kami menolak serangan Israel itu dan meminta untuk dihentikan. Kami juga katakan kepada saudara-saudaraku di Palestina untuk menjalin persatuan. Kami telah beberapa kali peringatkan kepada Anda, setiap penolakan memperbaharui gencatan senjata akan mendorong Israel untuk menyerang Gaza," jelas Mubarak dalam pidato di televisi Mesir. (Hanin MAzaya/MI)

Sunday, December 28, 2008

Maal Hijrah




.............Semoga Tahun baru ini membawa sinar yg gemilang untuk Islam............


'Apabila kamu berasa letih kerana kebaikan,maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan yang dilakukan akan terasa kekal...dan sekiranya kamu seronok dengan dosa maka sesungguhnya keseronokan itu akan hilang tapi dosa yang dilakukan akan terus kekal'
-Saidina Ali R.A

Kebiadapan Manusia yg dilaknat..

Salam..

PANAS!!..

sebbnya...

sebuah bangsa yg dilaknat Allah..yahudi..
mengganas lagi..

mangsanya siapa..?..

shbt2 dan mereka2 yg sebaya denganku..

200 nyawa lg melayang..dek missile yg dilancar oleh yahudi keparat..
itu yg dilaporkan..dan sumbernya dr akhbar2 yg ditapis oleh yahudi..
percayalah..lebih ramai lg yg telah syahid..
bukannya 200 Org sahja..!!
ak berani bersumpah..

sebelum itu..
negara haram israel ini akan melalui proses pilihan raya umum..
dan calon tunggal wanita..
bg jawatan perdana menteri israel..
dengan lantangnnya berkata..

'jika sy dipilih mnjadi perdana menteri..sy akan menghapuskn HAMAS di semenanjung GAZA..'


mendidih darah bila dgr bangsa yg hina ini berkata sebegitu..
inilah contoh manusia yg bongkak dan takbur dgn kelebihan diri..
x lama ko berkuasa..ko siap laa..

....................................................................................

hebatkah kita?..
muliakah kita?..

Allah berfirman didalam Al-quran..

'Sesungguhnya..org yg paling mulia disisi Allah adalah org yg bertaqwa'

taqwa diuji dan dinilai pada hati..hati penentu segalanya..
ramai manusia melakukan amalan..tp syng..
diselaputi riak dan bangga diri(mcm yg tgh menulis ni)..

semoga Allah membantu mencari perasaan rendah diri pd kekurangn diri setiap kali memandang insan lain

.....................................................................................

dengan TEGAS..

perdana menteri Palestine..
yg mewakili HAMAS iaitu..Ismael Haniyeh membalas..

'Kita lihat siapa yg akan kalah..dan siapa yg akan tinggal..'



HAMAS memang diserang bertalu2 dari segenap segi..
politik,sekatan makanan dan ubat-ubatan..
bukan shj oleh Israel keparat..bahkan negara Islam juga..
MEsir salah satunya..dan ramai lg..

kadang2 kita pun sama..fikirkanlah..

di sana..paksi pemikiran mereka adalah..perjuangan..

kita di sini..
terpalit pd segala yg remeh-temeh..walnauzubillah...

Allahumma alaika(israel)...

Thursday, December 25, 2008

Abu Hurairah

Tokoh kita ini biasa berpuasa sunah tiga hari setiap awal bulan Qamariah (bulan Arab dalam penanggalan Hijri), mengisi malam harinya dengan membaca Al-Quran dan salat tahajud. Akrab dengan kemiskinan, dia sering mengikatkan batu ke perutnya, guna menahan lapar. Dalam sejarah ia dikenal paling banyak meriwayatkan hadis. Dialah Bapak Kucing Kecil (Abu Hurairah), begitu orang mengenalnya.

"Aku sudah dengar pergunjingan kalian. Kata kalian, Abu Hurairah terlalu banyak meriwayatkan hadis Nabi. Padahal, para sahabat muhajirin dan anshar sendiri tak ada yang meriwayatkan hadis Nabi sebanyak yang dituturkan Abu Hurairah. Ketahuilah, saudara-saudaraku dari kaum muhajirin disibukkan dengan perniagaan mereka di pasar. Sementara saudara-saudaraku dari anshar disibukkan dengan kegiatan pertanian mereka. Dan aku seorang papa, termasuk golongan kaum miskin shuffah (yang tinggal di pondokan masjid). Aku tinggal dekat Nabi untuk mengisi perutku. Aku hadir (di samping Nabi) ketika mereka tidak ada, dan aku selalu mengingat-ingat ketika mereka melupakan."

Abu Hurairah adalah sahabat yang sangat dekat dengan Nabi. Ia dikenal sebagai salah seorang ahli shuffah, yaitu orang-orang papa yang tinggal di pondokan masjid (pondokan ini juga diperuntukkan buat para musafir yang kemalaman). Begitu dekatnya dengan Nabi, sehingga beliau selalu memanggil Abu Hurairah untuk mengumpulkan ahli shuffah, jika ada makanan yang hendak dibagikan.

Karena kedekatannya itu, Nabi pernah mempercayainya menjaga gudang penyimpan hasil zakat. Suatu malam seseorang mengendap-endap hendak mencuri, tertangkap basah oleh Abu Hurairah. Orang itu sudah hendak dibawa ke Rasulullah. "Ampun tuan, kasihani saya," pencuri itu memelas. "Saya mencuri ini untuk menghidupi keluarga saya yang kelaparan."

Abu Hurairah tersentuh hatinya, maka dilepasnya pencuri itu. "Baik, tapi jangan kamu ulangi perbuatanmu ini." Esoknya hal ini dilaporkan kepada Nabi. Nabi tersenyum. "Lihat saja, nanti malam pasti ia kembali."

Benar pula, malam harinya pencuri itu datang lagi. "Nah, sekarang kamu tidak akan kulepas lagi." Sekali lagi, orang itu memelas, hingga Abu Hurairah tersentuh hatinya. Tapi, ketika hal itu dilaporkan kepada Nabi, kembali beliau mengatakan hal yang sama. "Lihat saja, orang itu akan kembali nanti malam."

Ternyata pencuri sialan itu benar-benar kembali. "Apa pun yang kamu katakan, jangan harap kamu bisa bebas. Sudah dua kali kulepas, kamu tak kapok-kapok juga."

Eh, pencuri itu malah menggurui. "Abu Hurairah, sebelum kamu tidur, bacalah ayat kursi agar setan tidak menyatroni kamu."

Merasa mendapat pelajaran berharga, Abu Hurairah terharu. Ah, ternyata orang baik-baik, pikirnya.

"Apa yang dikatakan orang itu memang benar," sabda Nabi ketika dilapori pagi harinya. "Tapi orang itu bukan orang baik-baik. Dia adalah setan. Dia katakan itu supaya dia kamu bebaskan."

Mengikatkan Batu ke Perut.

Abu Hurairah adalah salah seorang tokoh kaum fakir miskin. Abu Hurairah sering lapar ketimbang kenyang. Ia sosok yang teguh berpegang pada sunah Nabi. Ia kerap menasihati orang agar jangan larut dengan kehidupan dunia dan hawa nafsu. Ia tak membedakan antara kaum kaya dan kaum miskin, petinggi negeri atau rakyat jelata dalam menyampaikan kebenaran. Ia pun selalu bersyukur kepada Allah dalam keadaan susah dan senang.

Orang yang nama lengkapnya Abdur Rahman (versi lain: Abdu Syams) ibn Shakhr Ad-Dausi ini adalah sosok humoris. Banyak anekdot yang berasal darinya. Ia pun suka menghibur anak-anak kecil. Ia pecinta kucing kecil. Ke mana-mana dibawanya binatang ini, sehingga julukan Abu Hurairah (bapak kucing kecil) pun melekat padanya.

Dibanding Nabi, umurnya lebih muda sekitar 30 tahun. Dia lahir di Daus, sebuah desa miskin di padang pasir Yaman. Hidup di tengah kabilah Azad, ia sudah yatim sejak kecil, yang membantu ibunya menjadi penggembala kambing.

Dia masuk Islam tak lama setelah pindah ke Madinah pada tahun ketujuh hijriah, bersamaan dengan rencana keberangkatan Nabi ke Perang Khaibar. Tapi ibundanya belum mau masuk Islam. Malah sang ibu pernah menghina Nabi. Ini membuatnya sedih. Untuk itu, ia memohon Nabi berdoa agar ibunya masuk Islam. Kemudian Abu Hurairah kembali menemui ibunya, mengajaknya masuk Islam. Ternyata sang ibu telah berubah, bersedia mengucapkan dua kalimat syahadat.

Buruh Kasar
Akan halnya kepindahannya ke Madinah adalah untuk mengadu nasib. Di sana ia bekerja serabutan, menjadi buruh kasar bagi siapa pun yang membutuhkan tenaganya. Acap kali dia harus mengikatkan batu ke perutnya, guna menahan lapar yang amat sangat.

Menurut shahibul hikayat, ia pernah kedapatan berbaring di dekat mimbar masjid. Gara-gara perbuatan aneh itu, orang mengiranya agak kurang waras. Mendengar kasak-kusuk di kalangan sahabat ini, Nabi segera menemui Abu Hurairah. Abu Hurairah bilang, ia tidak gila, hanya ia lapar. Nabi pun segera memberinya makanan.

Suatu kali, dengan masih mengikatkan batu ke perutnya, dia duduk di pinggir jalan, tempat orang biasanya berlalu lalang. Dilihatnya Abu Bakr melintas. Lalu dia minta dibacakan satu ayat Al-Quran. "Aku bertanya begitu supaya dia mengajakku ikut, memberiku pekerjaan," tutur Abu Hurairah. Tapi Abu Bakr cuma membacakan ayat, lantas berlalu.

Dilihatnya Umar ibn Khattab. "Tolong ajari aku ayat Al-Quran," kata Abu Hurairah. Kembali ia harus menelan ludah kekecewaan karena Umar berbuat hal yang sama. #Tak lama kemudian Nabi lewat. Nabi tersenyum. "Beliau tahu apa isi hati saya. Beliau bisa membaca raut muka saya secara tepat," tutur Abu Hurairah.

"Ya Aba Hurairah!" panggil Nabi.
"Labbaik, ya Rasulullah!"
"Ikutlah aku!"

Beliau mengajak Abu Hurairah ke rumahnya. Di dalam rumah didapati sebaskom susu. "Dari mana susu ini?" tanya Rasulullah. Beliau diberi tahu bahwa seseorang telah memberikan susu itu.
"Ya Aba Hurairah!" *#"Labbaik, Ya Rasulullah!"
"Tolong panggilkan ahli shuffah," kata Nabi. Susu tadi lalu dibagikan kepada ahli shuffah, termasuk Abu Hurairah. Sejak itulah, Abu Hurairah mengabdi kepada Rasulullah, bergabung dengan ahli shuffah di pondokan masjid.

Sepulang dari Perang Khaibar, Nabi melakukan perluasan terhadap Masjid Nabawi, yaitu ke arah barat dengan menambah tiga pilar lagi. Abu Hurairah terlibat pula dalam renovasi ini. Ketika dilihatnya Nabi turut mengangkat batu, ia meminta agar beliau menyerahkan batu itu kepadanya. Nabi menolak seraya bersabda, "Tiada kehidupan sebenarnya, melainkan kehidupan akhirat."

Abu Hurairah sangat mencintai Nabi. Sampai-sampai dia memilih dipukul Nabi karena melakukan kekeliruan ketimbang mendapatkan makanan yang enak. "Karena Nabi menjanjikan akan memberi syafaat kepada orang yang pernah merasa disakitinya secara sengaja atau tidak," katanya.

Begitu cintanya kepada Rasulullah sehingga siapa pun yang dicintai Nabi, ia ikut mencintainya. Misalnya, ia suka mencium Hasan dan Husain, karena melihat Rasulullah mencium kedua cucunya itu.

Ada cerita menarik menyangkut kehidupan Abu Hurairah dan masyarakat Islam zaman itu. Meski Abu Hurairah seorang papa, boleh dibilang tuna wisma, salah seorang majikannya yang lumayan kaya menikahkan putrinya, Bisrah binti Gazwan, dengan lelaki itu. Ini menunjukkan betapa Islam telah mengubah persepsi orang dari membedakan kelas kepada persamaan. Abu Hurairah dipandang mulia karena kealiman dan kesalihannya. Perilaku islami telah memuliakannya, lebih dari kemuliaan pada masa jahiliah yang memandang kebangsawanan dan kekayaan sebagai ukuran kemuliaan.

Sejak menikah, Abu Hurairah membagi malamnya atas tiga bagian: untuk membaca Al-Quran, untuk tidur dan keluarga, dan untuk mengulang-ulang hadis. Ia dan keluarganya meskipun kemudian menjadi orang berada tetap hidup sederhana. Ia suka bersedekah, menjamu tamu, bahkan menyedekahkan rumahnya di Madinah untuk pembantu-pembantunya.

Tugas penting pernah diembannya dari Rasulullah. Yaitu ketika ia bersama Al-Ala ibn Abdillah Al-Hadrami diutus berdakwah ke Bahrain.

Belakangan, ia juga bersama Quddamah diutus menarik jizyah (pajak) ke Bahrain, sambil membawa surat ke Amir Al-Munzir ibn Sawa At-Tamimi.

Menolak Jabatan
Mungkin karena itu, ketika Umar menjadi amirul mukminin, Abu Hurairah diangkat menjadi gubernur Bahrain. Tapi pada 23 Hijri Umar memecatnya gara-gara sang gubernur kedapatan menyimpan banyak uang (menurut satu versi, sampai 10.000 dinar). Dalam proses pengusutan, ia mengemukakan upaya pembuktian terbalik, bahwa harta itu diperolehnya dari beternak kuda dan pemberian orang. Khalifah menerima penjelasan itu dan memaafkannya. Lalu ia diminta menduduki jabatan gubernur lagi, tapi ia menolak.

Penolakan itu diiringi lima alasan. "Aku takut berkata tanpa pengetahuan; aku takut memutuskan perkara bertentangan dengan hukum (agama); aku ogah dicambuk; aku tak mau harta benda hasil jerih payahku disita; dan aku takut nama baikku tercemar," kilahnya. Ia memilih tinggal di Madinah, menjadi warga biasa yang memperlihatkan kesetiaan kepada Umar, dan para pemimpin sesudahnya.

Tatkala kediaman Amirul Mukminin Ustman ibn Affan dikepung pemberontak, dalam peristiwa yang dikenal sebagai al-fitnatul kubra (bencana besar), Abu Hurairah bersama 700 orang Muhajirin dan Anshar tampil mengawal rumah tersebut. Meski dalam posisi siap tempur, Khalifah melarang pengikut setianya itu memerangi kaum pemberontak.

Pada masa Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah ditawari menjadi gubernur di Madinah. Ia menolak. Ketika terjadi pertemuan antara Khalifah Ali dan lawannya, Muawiyah ibn Abi Sufyan, ia bersikap netral dan menghindari fitnah. Sampai kemudian Muawiyah berkuasa, Abu Hurairah bersedia menjadi gubernur di Madinah. Tapi versi lain mengatakan, Marwan ibn Hakamlah yang menunjuk Abu Hurairah sebagai pembantunya di kantor gebernuran Madinah. Di Kota Penuh Cahaya (Al-Madinatul Munawwarah) ini pula ia mengembuskan nafas terakhir pada 57 atau 58 H. (676-678 M.) dalam usia 78 tahun. Meninggalkan warisan yang sangat berharga, yakni hadis-hadis Nabi, bak butiran-butiran ratna mutu manikam, yang jumlahnya 5.374 hadis.

Wednesday, December 24, 2008

Haram Melintas Orang Yang Sedang Solat

Petikan dari sebuah blog shbt..

Salam ceria buat semua rakan-rakan!

Sebenarnya sudah lama hajat dihati nak berbicara tentang isu hokum melintasi orang yang sedang bersolat tetapi disebabkan masalah-masalah tertentu, maka hajat tersebut terbantut. Alhamdulillah kali ini saya dapat juga berbincang dengan sahabat-sahabat secara umum berkenaan topik ini di alam maya.

Seringkali saya melihat ramai orang melintas di hadapan orang yang sedang bersolat, baik di surau (musolla) atau masjid, baik yang belajar pengajian Islam atau tidak, baik ahli gerakan Islam atau bukan ahli gerakan Islam. Masih ramai yang tidak tahu tentang hokum 'HARAM' melintasi orang yang sedang bersolat tanpa sutrah (penghadang).

Tulisan ini bukan bertujuan untuk kita berbicara secara ilmiah terperinci, tetapi memadailah kita mengetahui secara umum berkenaan isu ini. Jika sahabat-sahabat ingin tahu secara terperinci pandangan empat-empat mazhab, Syafi'eyah, Malikiyah, Hanafiyah, dan Hanbaliyah, boleh lah rujuk kitab 'Al-Fiqh 'ala Al-Mazahibi Al-Arba'ah' (الفقه على المذاهب الأربعة) susunan Abd Rahman bin Muhammad bin 'Audi Al-Jazairi dan kitab-kitab mu'tabar yang lain.

Haram melintasi orang yang sedang solat tanpa penghadang (sutrah):

Secara ringkasnya melintasi orang yang sedang bersolat tanpa penghadang (sutrah) hukumnya adalah 'haram', begitu juga 'haram' bagi orang yang bersolat di tempat laluan umum tanpa sutrah. Nabi s.a.w. pernah bersabda:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِى النَّضْرِ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ أَنَّ زَيْدَ بْنَ خَالِدٍ أَرْسَلَهُ إِلَى أَبِى جُهَيْمٍ يَسْأَلُهُ مَاذَا سَمِعَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فِى الْمَارِّ بَيْنَ يَدَىِ الْمُصَلِّى فَقَالَ أَبُو جُهَيْمٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَىِ الْمُصَلِّى مَاذَا عَلَيْهِ لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ » . قَالَ أَبُو النَّضْرِ لاَ أَدْرِى أَقَالَ أَرْبَعِينَ يَوْمًا أَوْ شَهْرًا أَوْ سَنَةً.

Nabi s.a.w. bersabda: "Sekiranya orang yang melintasi orang yang sedang bersolat mengetahui apa balasan keatasnya (dosa – jika dia melintasi orang tersebut), nescaya dia akan berhenti dan menunggu sehingga empat puluh, maka kebaikan (pahala) lah baginya daripada dia melintasi orang yang sedang bersolat tersebut." Abu Al-Nadhri telah berkata: "Aku tidak tahu apa yang dimaksudkan oleh Nabi s.a.w. itu, adakah empat puluh hari atau bulan atau tahun. (Hadis riwayat oleh Al-Bukhari dalam Sohihnya, hadis no: 510 Bab: "Ism Al-maar baina yadai al-musolli", juzuk 1, m/s: 191).


Penyelesaiannya:

Pertama: Jika hendak bersolat, maka pastikan ada sutrah (penghadang) sama ada dinding, tiang, kerusi, katil, dan benda-benda lain lagi yang cukup ketinggiannya. Mengikut mazhab Syafi'e tinggi sutrah tersebut mestilah tiga suku lengan tangan atau lebih. Jika kita sengaja solat tanpa sutrah di tempat laluan umum, dan ada orang melintasi kita nescaya kita berdosa, jika tidak ada yang melintasi kita selamat. Lebih baik cari sutrah.

أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْحَافِظُ أَخْبَرَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ : مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ الصَّغَانِىُّ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِىُّ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ حَدَّثَنِى صَدَقَةُ بْنُ يَسَارٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« لاَ تُصَلُّوا إِلاَّ إِلَى سُتْرَةٍ ، وَلاَ تَدَعْ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْكَ ، فَإِنْ أَبَى فَقَاتِلْهُ ، فَإِنَّ مَعَهُ الْقَرِينَ ». أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ فِى الصَّحِيحِ مِنْ حَدِيثِ أَبِى بَكْرٍ الْحَنَفِىِّ دُونَ مَا فِى أَوَّلِهِ مِنَ السُّتْرَةِ.

Sabda Nabi s.a.w.: "Jangan kamu (tunaikan) solat melainkan ada sutrah (penghadang), dan jangan biarkan sesorang melintasi kamu (ketika sedang solat), sekiranya dia tidak mengendahkan (berdegil) maka bunuhlah dia, maka sesungguhnya Qarin (syaitan) bersamanya." (Sunan Al-Baihaqi: 354 Bab "Al-musolli yadfa'u al-marru baina", juzuk 2, m/s: 271.


Kedua: Elakkan bersolat ditempat laluan utama orang ramai seperti ditengah-tengah ruang utama masjid atau di depan pintu masjid.

Ketiga: Jangan melintasi orang yang sedang bersolat tanpa sutrah. Elakkan dan cari jalan lain ataupun tunggu sehingga beliau selesai dari solatnya.

Nabi s.a.w. bersabda: "Sekiranya orang yang melintasi orang yang sedang bersolat mengetahui apa balasan keatasnya (dosa – jika dia melintasi orang tersebut), nescaya dia akan berhenti dan menunggu sehingga empat puluh, maka kebaikan (pahala) lah baginya daripada dia melintasi orang yang sedang bersolat tersebut." Abu Al-Nadhri telah berkata: "Aku tidak tahu apa yang dimaksudkan oleh Nabi s.a.w. itu, adakah empat puluh hari atau bulan atau tahun. (Hadis riwayat oleh Al-Bukhari dalam Sohihnya, hadis no: 510 Bab: "Ism Al-maar baina yadai al-musolli", juzuk 1, m/s: 191).


Jadi, itulah secara ringkasnya tazkirah yang ingin dikongsi bersama. Mudah-mudahan kita dapat manfa'atnya dan sama-sama kita amalkannya dalam kehidupan kita. Jika ada fakta yang salah mohon diperbetulkan. Jika ada sebarang kekeliruan, segeralah tanya para 'alim dan 'ulamak. "Maka bertanyalah kamu kepda Ahli Zikri ('ulamak) sekiranya kamu tidak tahu." [Surah Al-Nahl: 43]

Rujukan:

Al-Jaziri, Abd Rahman bin Muhammad bin 'Audi, Al-Fiqh 'ala Mazahibi Al-Arba'ah, tahqiq: Ahmad Ibrahim Zahwah dan Ahmad 'Inayah (Beirut: Darul Kitab Al-'Arabi, cetakan pertama, 2005) m/s: 162-164.

Posted by abumunzir al-jerluni at 8:52 AM 1 comments

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More